rajabacklink
Kisah Luar Biasa Haji Sasa, Crazy Rich Asal Samarinda yang Habiskan Rp 1 Miliar untuk Borong Dagangan Warga

Kisah Luar Biasa Haji Sasa, Crazy Rich Asal Samarinda yang Habiskan Rp 1 Miliar untuk Borong Dagangan Warga

23 Agu 2021
931x
Ditulis oleh : Gandiwa Strike

Selepas menunaikan salat asar dengan mengenakan kaus biru lengan panjang dan peci putih, Haji Sasa, pengusaha sukses asal Samarinda ini mampir di sebuah rombong bakso di tepi Jalan Merdeka, Sungai Pinang Dalam.

Sambil menunggu pesanannya disiapkan, ia menanyakan mengapa pedagang bakso tersebut terlihat bermuram durja.

Kepadanya, penjual bakso itu sejak kebijakan PPKM level IV diterapkan di Samarinda, pembeli semakin sepi.

“Saya menjual dari pukul sembilan pagi, masih banyak yang tersisa. Padahal, cuma boleh menjual sampai jam sembilan malam,” kata penjual seperti ditirukan Haji Sasa, yang memiliki nama lengkap Suriansyah ini.

Haji Sasa masih mendengarkan penuturan penjual ketika bakso di diskusikan. Setelah minuman dingin, ia mengambil seikat uang di kantong belakang celana hitamnya. Haji Sasa kemudian menanyakan total dagangan yang biasa dijual dalam satu hari.

Penjual bakso itu menjawab, “Sekitar Rp 2 jutaan.”

Tanpa basa-basi, Haji Sasa membayar bakso yang disantapnya, plus Rp 2 juta untuk membeli seluruh dagangan.

Haji Sasa kemudian mendatangi 49 penjual makanan lain di Jalan Merdeka, Jalan Biawan, Jalan Arief Rahman Hakim, dan Jalan Ahmad Dahlan.

Dagangan para penjual itu diborong semua. Tidak sampai dua jam pada Kamis sore itu, Haji Sasa menghabiskan sekitar Rp 50 juta.

Rata-rata penjual mengaku harga seluruh dagangan Rp 1 juta.

“Saya hanya ingin berbagi kepada sesama. Masa PPKM ini, banyak hal yang terutama sulit dilakukan untuk para pedagang makanan,” ujarnya.

Memborong jualan pedagang kecil sudah rutin dilakukan Haji Sasa tiga bulan belakangan.

Ia tak pernah menghitung jumlah uang yang sudah dikeluarkan. Akan tetapi, jika dikira-kira, Haji Sasa mengaku sekitar Rp 1 miliar.

“Sekitar segitu, lah . Itu tidak ada ruginya. Just kita harus berbagi kepada mereka yang kesulitan,” sambungnya.

Siapa Sebenarnya Haji Sasa?

Haji Sasa besar dari keluarga sederhana. Ayahnya, Mansyur bin Taman, seorang tukang yang bekerja membangun rumah. Ibunya, Tuah binti Kastawi, bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Masa kecil Haji Sasa dilewati dalam kehidupan yang pas-pasan, bahkan kekurangan. Ia harus putus sekolah di bangku SMP pada 1980-an. Ketika berusia 16 tahun, ia bekerja sebagai kuli bangunan untuk membantu paman. Empat tahun kemudian, pada 1994, ia sudah menjadi tukang sebelum akhirnya menjadi pemborong bangunan (kontraktor skala kecil) pada 1997.

Kehidupan susah terus menggelayuti perjalanan Haji Sasa. Dunia properti yang ia geluti selama 11 tahun ternyata gagal. Haji Sasa terlilit utang ratusan juta rupiah. Hartanya habis. Jangankan rumah, sepeda motor pun tak punya. Ia pun hidup menggembel di kawasan Citra Niaga. Orang-orang yang dia kenal, kenang Haji Sasa, satu per satu meninggalkannya.

“Saya didatangi preman yang menagih utang. Waktu itu, saya sudah tidak punya apa-apa. Tidak punya siapa-siapa,” tuturnya. Saking putus asa, ia sempat berpikir untuk bunuh diri dari lantai atas sebuah hotel di Samarinda.

Awal titik balik kehidupan Haji Sasa terjadi 12 tahun silam di Pelabuhan Samarinda. Ia bertemu dengan seorang pria yang baru dikenalnya. Haji Sasa kemudian menceritakan semua kehidupan hidupnya.

“Orang itu meminta saya pulang, cuci kaki kedua orangtua, dan minta ampun. Saya juga diminta mengubah perilaku dan kata-kata,” ungkap Suriansyah yang sudah putus harapan mengikuti perintah lelaki itu.

Setelah bertemu kedua orangtua, Haji Sasa mengaku, kehidupan mulai berubah.

Pada awal 2010, Haji Sasa mendapatkan sejumlah uang dari bisnis jual beli tanah. Uang itu ia pakai sebagai modal untuk kembali berusaha di bidang properti.

Pelan tapi pasti, Haji Sasa membangun rumah demi rumah kemudian menjualnya. Begitu modal yang terkumpul semakin banyak, ia memutuskan membangun perumahan.

Haji Sasa membangun tiga perumahan di Jalan PM Noor, di Kecamatan Palaran, dan di dekat Perumahan Bengkuring. Ketiganya selesai dibangun pada 2012.

Keberhasilan di bisnis properti ini membuat merambah ke bisnis yang lain; pertambangan batu bara.

Haji Sasa membangun beberapa perusahaan pertambangan.

Hari ini, 12 tahun sejak ia berniat bunuh diri, Haji Sasa bukan hanya mampu membayar utang-utangnya. Ia telah menjadi saudagar yang sukses di Kota Tepian.

“Mukjizat itu nyata. Allah memiliki cara-cara indah atas hidup yang saya jalani ini,” tuturnya.

Bangun Yayasan untuk Berbagi

Kekayaan yang diperoleh Haji Sasa tidak lupa daratan.

Pada tahun 2020, ia membangun Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah. Nama yayasan itu diambil dari nama kedua orangtuanya. Lembaga amal ini digunakan untuk berbagi kepada kaum dhuafa. Yayasan ini disebut menyekolahkan anak yatim piatu serta membangun masjid dan pondok pesantren di Kaltim dan Jawa.

“Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk membantu di banyak tempat. Mulai membangun masjid hingga turun langsung memberi bantuan bencana gempa di Palu dan banjir di Banjarmasin kemarin,” katanya.

Yayasan ini berdiri di Gang Ogok, Jalan Damanhuri, tak jauh dari kediamannya.

Yayasan Mansyur Tuah juga menjadi tempat penampungan lansia dan orang-orang terlantar. Haji Sasa mengatakan, ada 30 orang yang tinggal di sana. Sebelumnya, rumah penampungan itu adalah milik ibunya.

“Rumah ini dulu saya bangun untuk beliau. Baru ditempati delapan bulan, ibu saya meninggal,” imbuhnya.

Haji Sasa menambahkan, lembaga amal didirikan sebagai kerinduan kepada sang ibu yang meninggal pada akhir 2019. Yayasan tersebut adalah pengingat bagi dirinya untuk selalu rendah hati dan berbagi kepada sesama.

Sumber: riau (hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Modifikasi Keren dan Cepat untuk Mobil Biasa Menjadi Ambulance

Modifikasi Keren dan Cepat untuk Mobil Biasa Menjadi Ambulance

Tips      

27 Apr 2022 | 331


Siapa saja mungkin sudah sering melihat kendaraan ambulance di jalan raya, mobil ambulance bisa kita kenali dari bentuk, stiker. Lampu rotator dan sirine yang terpasang di atas mobil. ...

Punya Rumah Minimalis, Berikut Panduan Memilih Dekorasi Rumah Minimalis Sederhana

Punya Rumah Minimalis, Berikut Panduan Memilih Dekorasi Rumah Minimalis Sederhana

Tips      

5 Jun 2022 | 189


Keluarga kecil yang baru merintis dan baru memiliki hunian sendiri menjadi sebuah impian yang sangat menyenangkan. Jadi bagi anda yang baru menjalin rumah tangga, wajar jika memilih ...

8 Makanan Khas Minang dengan Cita Rasanya yang  Khas dan Tentunya Maknyus

8 Makanan Khas Minang dengan Cita Rasanya yang Khas dan Tentunya Maknyus

Kuliner      

19 Jul 2022 | 59


Mіnаngkаbаu аtаu уаng biasa dіѕіngkаt mеnjаdі Mіnаng mеruраkаn etnik yang tеrdараt di Pulаu Sumatra. Jika kаmu bеrlіbur kе pulau іnі, mаkа yang аkаn ...

7 Pilihan Oleh-Oleh Khas Jogja yang Unik dan Otentik

7 Pilihan Oleh-Oleh Khas Jogja yang Unik dan Otentik

Wisata      

25 Mei 2022 | 105


Jogja mеmаng ѕеlаlu jadi kоtа уаng іѕtіmеwа. Kеnаngаn уаng ada dі setiap ѕudutnуа mеmіlіkі mаknа tеrѕеndіrі bаgі setiap оrаng, bаіk pelancong atau ...

Bergabung Di Serviced Office Jakarta Membuat Bisnis Berjalan Lancar

Bergabung Di Serviced Office Jakarta Membuat Bisnis Berjalan Lancar

Tips      

9 Jun 2022 | 133


Perkembangan bisnis saat ini semakin pesat sehingga dengan bisnis yang makin berkembang maka pegawai juga pastinya bertambah, untuk itulah bergabung di serviced office Jakarta sangat ...

Jam Tidur Paling Ideal Demi Kesehatan Jantung

Jam Tidur Paling Ideal Demi Kesehatan Jantung

Tips      

17 Nov 2021 | 620


Jam tidur yang kita miliki bisa sangat memengaruhi dan menetukan kondisi kesehatan kita. Penelitian terbaru mengungkap bahwa jam tidur ini ternyata juga memiliki pengaruh terhadap risiko ...

Copyright © JaringKata.com 2018 - All rights reserved