hijab
Kisah Luar Biasa Haji Sasa, Crazy Rich Asal Samarinda yang Habiskan Rp 1 Miliar untuk Borong Dagangan Warga

Kisah Luar Biasa Haji Sasa, Crazy Rich Asal Samarinda yang Habiskan Rp 1 Miliar untuk Borong Dagangan Warga

23 Agu 2021
703x
Ditulis oleh : Gandiwa Strike

Selepas menunaikan salat asar dengan mengenakan kaus biru lengan panjang dan peci putih, Haji Sasa, pengusaha sukses asal Samarinda ini mampir di sebuah rombong bakso di tepi Jalan Merdeka, Sungai Pinang Dalam.

Sambil menunggu pesanannya disiapkan, ia menanyakan mengapa pedagang bakso tersebut terlihat bermuram durja.

Kepadanya, penjual bakso itu sejak kebijakan PPKM level IV diterapkan di Samarinda, pembeli semakin sepi.

“Saya menjual dari pukul sembilan pagi, masih banyak yang tersisa. Padahal, cuma boleh menjual sampai jam sembilan malam,” kata penjual seperti ditirukan Haji Sasa, yang memiliki nama lengkap Suriansyah ini.

Haji Sasa masih mendengarkan penuturan penjual ketika bakso di diskusikan. Setelah minuman dingin, ia mengambil seikat uang di kantong belakang celana hitamnya. Haji Sasa kemudian menanyakan total dagangan yang biasa dijual dalam satu hari.

Penjual bakso itu menjawab, “Sekitar Rp 2 jutaan.”

Tanpa basa-basi, Haji Sasa membayar bakso yang disantapnya, plus Rp 2 juta untuk membeli seluruh dagangan.

Haji Sasa kemudian mendatangi 49 penjual makanan lain di Jalan Merdeka, Jalan Biawan, Jalan Arief Rahman Hakim, dan Jalan Ahmad Dahlan.

Dagangan para penjual itu diborong semua. Tidak sampai dua jam pada Kamis sore itu, Haji Sasa menghabiskan sekitar Rp 50 juta.

Rata-rata penjual mengaku harga seluruh dagangan Rp 1 juta.

“Saya hanya ingin berbagi kepada sesama. Masa PPKM ini, banyak hal yang terutama sulit dilakukan untuk para pedagang makanan,” ujarnya.

Memborong jualan pedagang kecil sudah rutin dilakukan Haji Sasa tiga bulan belakangan.

Ia tak pernah menghitung jumlah uang yang sudah dikeluarkan. Akan tetapi, jika dikira-kira, Haji Sasa mengaku sekitar Rp 1 miliar.

“Sekitar segitu, lah . Itu tidak ada ruginya. Just kita harus berbagi kepada mereka yang kesulitan,” sambungnya.

Siapa Sebenarnya Haji Sasa?

Haji Sasa besar dari keluarga sederhana. Ayahnya, Mansyur bin Taman, seorang tukang yang bekerja membangun rumah. Ibunya, Tuah binti Kastawi, bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Masa kecil Haji Sasa dilewati dalam kehidupan yang pas-pasan, bahkan kekurangan. Ia harus putus sekolah di bangku SMP pada 1980-an. Ketika berusia 16 tahun, ia bekerja sebagai kuli bangunan untuk membantu paman. Empat tahun kemudian, pada 1994, ia sudah menjadi tukang sebelum akhirnya menjadi pemborong bangunan (kontraktor skala kecil) pada 1997.

Kehidupan susah terus menggelayuti perjalanan Haji Sasa. Dunia properti yang ia geluti selama 11 tahun ternyata gagal. Haji Sasa terlilit utang ratusan juta rupiah. Hartanya habis. Jangankan rumah, sepeda motor pun tak punya. Ia pun hidup menggembel di kawasan Citra Niaga. Orang-orang yang dia kenal, kenang Haji Sasa, satu per satu meninggalkannya.

“Saya didatangi preman yang menagih utang. Waktu itu, saya sudah tidak punya apa-apa. Tidak punya siapa-siapa,” tuturnya. Saking putus asa, ia sempat berpikir untuk bunuh diri dari lantai atas sebuah hotel di Samarinda.

Awal titik balik kehidupan Haji Sasa terjadi 12 tahun silam di Pelabuhan Samarinda. Ia bertemu dengan seorang pria yang baru dikenalnya. Haji Sasa kemudian menceritakan semua kehidupan hidupnya.

“Orang itu meminta saya pulang, cuci kaki kedua orangtua, dan minta ampun. Saya juga diminta mengubah perilaku dan kata-kata,” ungkap Suriansyah yang sudah putus harapan mengikuti perintah lelaki itu.

Setelah bertemu kedua orangtua, Haji Sasa mengaku, kehidupan mulai berubah.

Pada awal 2010, Haji Sasa mendapatkan sejumlah uang dari bisnis jual beli tanah. Uang itu ia pakai sebagai modal untuk kembali berusaha di bidang properti.

Pelan tapi pasti, Haji Sasa membangun rumah demi rumah kemudian menjualnya. Begitu modal yang terkumpul semakin banyak, ia memutuskan membangun perumahan.

Haji Sasa membangun tiga perumahan di Jalan PM Noor, di Kecamatan Palaran, dan di dekat Perumahan Bengkuring. Ketiganya selesai dibangun pada 2012.

Keberhasilan di bisnis properti ini membuat merambah ke bisnis yang lain; pertambangan batu bara.

Haji Sasa membangun beberapa perusahaan pertambangan.

Hari ini, 12 tahun sejak ia berniat bunuh diri, Haji Sasa bukan hanya mampu membayar utang-utangnya. Ia telah menjadi saudagar yang sukses di Kota Tepian.

“Mukjizat itu nyata. Allah memiliki cara-cara indah atas hidup yang saya jalani ini,” tuturnya.

Bangun Yayasan untuk Berbagi

Kekayaan yang diperoleh Haji Sasa tidak lupa daratan.

Pada tahun 2020, ia membangun Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah. Nama yayasan itu diambil dari nama kedua orangtuanya. Lembaga amal ini digunakan untuk berbagi kepada kaum dhuafa. Yayasan ini disebut menyekolahkan anak yatim piatu serta membangun masjid dan pondok pesantren di Kaltim dan Jawa.

“Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk membantu di banyak tempat. Mulai membangun masjid hingga turun langsung memberi bantuan bencana gempa di Palu dan banjir di Banjarmasin kemarin,” katanya.

Yayasan ini berdiri di Gang Ogok, Jalan Damanhuri, tak jauh dari kediamannya.

Yayasan Mansyur Tuah juga menjadi tempat penampungan lansia dan orang-orang terlantar. Haji Sasa mengatakan, ada 30 orang yang tinggal di sana. Sebelumnya, rumah penampungan itu adalah milik ibunya.

“Rumah ini dulu saya bangun untuk beliau. Baru ditempati delapan bulan, ibu saya meninggal,” imbuhnya.

Haji Sasa menambahkan, lembaga amal didirikan sebagai kerinduan kepada sang ibu yang meninggal pada akhir 2019. Yayasan tersebut adalah pengingat bagi dirinya untuk selalu rendah hati dan berbagi kepada sesama.

Sumber: riau (hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Tips      

1 Okt 2020 | 541


Total belanja iklan nasional tahun 2018 mencapai 145T, sedangkan tahun 2019 mencapai 181T. Meskipun pada tahun 2020 belanja iklan dipastikan turun karena pandemic covid-19 menarik bahwa ...

Jika Hal Ini Terjadi Maka WA Kamu Disadap

Jika Hal Ini Terjadi Maka WA Kamu Disadap

Tips      

8 Feb 2020 | 1285


Pengguna aktif WhatsApp mencapai 1,5 miliar. Hal ini menjadikan aplikasi WhatsApp sangat populer di kalangan masyarakat. Namun, semakin populer suatu aplikasi maka semakin besar pula ...

Membuat Wajah Terlihat Segar Walau Tanpa Makeup dalam 5 Langkah

Membuat Wajah Terlihat Segar Walau Tanpa Makeup dalam 5 Langkah

Tips      

25 Maret 2022 | 128


Selain bisa menaikkan suasana hati seseorang, ternyata bermakeup merupakan salah satu cara membuat wajah terlihat segar. Dengan demikian rasa letih dan tak bergairah di wajah akan ...

Perlunya Mengkonsumsi Madu Di Tengah Wabah Covid 19

Perlunya Mengkonsumsi Madu Di Tengah Wabah Covid 19

Tips      

18 Maret 2021 | 408


Seperti yang sudah kita ketahui bersama beragam khasiat madu dipercaya secara turun temurun memang sangat baik untuk kesehatan. Madu dengan rasa yang manis ini selain enak juga memiliki ...

Besaran Biaya Ibadah Haji Malaysia Segini, Apakah Lebih Murah dari Indonesia?

Besaran Biaya Ibadah Haji Malaysia Segini, Apakah Lebih Murah dari Indonesia?

Wisata      

9 Jun 2021 | 612


Karena pandemi corona, calon jemaah haji harus bersabar untuk berangkat ke tanah suci. Berapa biaya ibadah haji terkini? Sebagai perbandingan, yuk lihat biaya ibadah haji di Malaysia ...

Giring Ganesha ‘Babak Belur’ Dihajar Sejumlah Elite Parpol, Ketua DPP PKB: PSI Ikut Ketok dan Setuju

Giring Ganesha ‘Babak Belur’ Dihajar Sejumlah Elite Parpol, Ketua DPP PKB: PSI Ikut Ketok dan Setuju

Politik      

22 Sep 2021 | 1528


Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha mengeluarkan pernyataan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pembohong dan pura-pura peduli ...

Copyright © JaringKata.com 2018 - All rights reserved