hijab
Ada 3 Jenis Cinta yang Dilarang Dalam Syariat

Ada 3 Jenis Cinta yang Dilarang Dalam Syariat

9 Apr 2022
125x
Ditulis oleh : Gandiwa Strike

Ada banyak ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menerangkan perihal cinta , akan tetapi ada beberapa jenis cinta yang ternyata justru dilarang dan harus dihindari. Kenapa demikian? Dan cinta jenis apakah itu?

Dalam pandangan Islam, cinta adalah limpahan kasih sayang Allah kepada seluruh makhluknya sehingga Allah menciptakan manusia dan isinya dengan segala kesempurnaan.

Adapun cinta yang sebenarnya atau cinta yang hakiki adalah hanya milik Allah SWT karena hanya Allah lah yang maha sempurna dan maha pemilik cinta.

Namun demikian, ada beberapa jenis ‘cinta’ yang ternyata akan menjerumuskan atau menyeret manusia kepada azab dan neraka . Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa jenis cinta yang harus dihindari tersebut:

1.Mahabbah Syirkiyyah

Jenis ini adalah cinta yang mengandung kesyirikan. Cinta ini menandingi cinta kepada Allah. Si pecinta menuhankan cintanya kepada selain Allah. Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَنۡ يَّتَّخِذُ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ اَنۡدَادًا يُّحِبُّوۡنَهُمۡ كَحُبِّ اللّٰهِؕ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِ ؕ وَلَوۡ يَرَى الَّذِيۡنَ ظَلَمُوۡٓا اِذۡ يَرَوۡنَ الۡعَذَابَۙ اَنَّ الۡقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيۡعًا ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعَذَابِ‏

“Dan di antara manusia ada yang menjadikan tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Dan orang-orang yang beriman sangat besar kecintaannya kepada Allah,” (QS. Al Baqarah : 165).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Barang siapa mencintai makhluk seperti kecintaannya kepada al-Khaliq (Yang Maha Pencipta, yaitu Allah), dia telah melakukan perbuatan syirik. Sungguh, dia telah menjadikan selain Allah sebagai tandingan, dan mencintainya sebagaimana dia mencintai Allah.” (Majmu’ al-Fatawa 10/265)

Ancaman bagi pecinta jenis ini bukan lain adalah neraka jahannam yang kekal abadi. Allah subhanahu wa taâ’ala berfirman tentang perbuatan syirik,

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغۡفِرُ اَنۡ يُّشۡرَكَ بِهٖ وَيَغۡفِرُ مَا دُوۡنَ ذٰ لِكَ لِمَنۡ يَّشَآءُ‌ ۚ وَمَنۡ يُّشۡرِكۡ بِاللّٰهِ فَقَدِ افۡتَـرٰۤى اِثۡمًا عَظِيۡمًا‏

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS an-Nisa: 48)

2.Mahabbah Muharromah

Mahabbah muharromah atau cinta yang diharamkan atau cinta maksiat. Cinta jenis ini merupakan rasa cinta yang ditujukan pada orang kafir, musyrikin, munafiqin, pelaku bid’ah dan lain-lain dari kalangan pelanggar agama Allah. Bahkan tak hanya pelakunya, namun juga perbuatannya.

Jika mencintai perbuatan syirik, kafir, nifaq, bid’ah ataupun larangan syariat, maka termasuk cinta jenis ini

3.Mahabbah Thabi’iyyah

Jenis cinta yang ketiga yakni mahabbah thabi’iyyah atau cinta tabiat. Cinta jenis ini tidaklah haram melainkan mubah. Akan tetapi, hukum mubah ini dapat berubah menjadi haram jika rasa cinta terlalu berlebihan.

Cinta ini ditujukan pada pasangan, orang tua, anak, sahabat dan lain sebagainya yang menjadi tabiat manusia untuk mencintai orang-orang tersebut. Disebut tabiat karena cinta ini merupakan sebuah perangai ataupun perasaan yang sudah menjadi fitrah manusia. Allah menciptakan manusia dengan segala perasaan cinta ini.

Oleh karena itu, cinta ini hukumnya mubah alias dibolehkan atau sah-sah saja. Kapan cinta tabiat ini menjadi haram, sebagaimana dijelaskan pada jenis cinta pertama, yakni ketika cinta tabiat ini melebihi porsinya. Jika cinta tabiat ini melebihi cinta kepada Allah dan RasulNya, maka pelakunya akan berdosa dan terancam neraka. Allah berfirman,

قُلۡ اِنۡ كَانَ اٰبَآؤُكُمۡ وَاَبۡنَآؤُكُمۡ وَاِخۡوَانُكُمۡ وَاَزۡوَاجُكُمۡ وَعَشِيۡرَتُكُمۡ وَ اَمۡوَالُ ۨاقۡتَرَفۡتُمُوۡهَا وَتِجَارَةٌ تَخۡشَوۡنَ كَسَادَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرۡضَوۡنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيۡكُمۡ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ وَ جِهَادٍ فِىۡ سَبِيۡلِهٖ فَتَرَ بَّصُوۡا حَتّٰى يَاۡتِىَ اللّٰهُ بِاَمۡرِهٖ‌ ؕ وَاللّٰهُ لَا يَهۡدِى الۡقَوۡمَ الۡفٰسِقِيۡنَ

“Katakanlah, ‘jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, dan sanak saudara kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugian nya dan tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan RasulNya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik,” (QS. At Taubah : 24).

Ibnu Katsir menafsirkan kalimat “maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya” dengan azab. Maksudnya, yakni tunggulah hukuman yang akan menimpa kalian. Sebuah hukuman berat akan diberikan pada para pelaku cinta tabiat yang berlebihan hingga menandingi cinta kepada Allah.

Baca Juga:
Rejeki Nomplok, Pelayan Restoran di Amerika Ini Dapat Tips Rp 14 Juta

Rejeki Nomplok, Pelayan Restoran di Amerika Ini Dapat Tips Rp 14 Juta

Unik      

22 Nov 2020 | 675


Aghil - Istilah rezeki datang dengan cara yang tak terduga ternyata benar. Hal ini dialami sendiri oleh salah satu karyawan restoran di Washington, Amerika Serikat bernama Cassy ...

Kesempatan Baik Nih, Kompetisi Film Pendek Islami Berhadiah Rp 1 Miliar

Kesempatan Baik Nih, Kompetisi Film Pendek Islami Berhadiah Rp 1 Miliar

Tekno      

19 Feb 2022 | 133


Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama RI akan mengadakan lagi Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI). Kepala Seksi Seni Budaya Islam dan MTQ Bidang ...

Peduli Lingkungan, Starbuck Ganti Sedotan Plastik dengan Sedotan Kertas

Peduli Lingkungan, Starbuck Ganti Sedotan Plastik dengan Sedotan Kertas

Kuliner      

12 Feb 2020 | 864


Dalam upaya peduli terhadap lingkungan sekitar, salah satu perusahaan terkenal di dunia, Starbucks menjalankan inisiatif yang sangat patut ditiru oleh pelaku bisnis lainnya. Inisiatif itu ...

Ingin Jualan Online Sukses? Ikuti Tips Berikut Ini

Ingin Jualan Online Sukses? Ikuti Tips Berikut Ini

Tips      

23 Feb 2020 | 636


Berjualan sudah bukan lagi dilakukan dengan cara offline yaitu dengan berjualan door to door melainkan Kamu bisa memanfaatkan kecanggihan internet saat ini yang mampu membantumu untuk ...

Partai Demokrat : Siapakah The Next Ketum Partai?

Partai Demokrat : Siapakah The Next Ketum Partai?

Politik      

15 Maret 2020 | 890


Hari ini, 15 Maret 2020. Partai Demokrat akan menggelar Kongres V di Jakarta Convention Centre (JCC). Salah satu agenda penting yang akan dilakukan adalah pemilihan Ketua Umum Partai ...

Skout, Aplikasi Messenger Unik dengan Segudang IAP

Skout, Aplikasi Messenger Unik dengan Segudang IAP

Tekno      

30 Apr 2022 | 94


Skout adalah salah satu aplikasi celluler messenger yang bisa Anda jalankan baik Android maupun di iOS. Fungsinya kurang lebih sama sama. Tapi ada beberapa fitur yang tidak dimiliki ...

Copyright © JaringKata.com 2018 - All rights reserved